Museum Kebangkitan Nasional

Share

Rabu, 02 Juni 2010


Anda mungkin sering berkunjung ke museum. Mungkin museum yang paling sering dikunjungi adalah museum-museum yang terletak di kawasan Kota Tua atau di daerah kota Bogor. Namun, apakah anda pernah mengunjungi museum Kebangkitan Nasional? Saya akan memberi penjelasan mengenai museum tersebut.

Museum Kebangkitan Nasional merupakan sebuah bangunan tua bekas STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen) atau Sekolah Kedokteran Bumiputera yang didirikan pada tahun 1899. Dari tahun 1902 hingga 1925, gedung ini resmi digunakan sebagai tempat pendidikan kedokteran dan asrama pelajar STOVIA. Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini digunakan sebagai tempat penampungan tawanan tentara Belanda oleh Jepang. Gedung ini sempat dipugar pada tahun 1973 oleh Pemda DKI Jakarta karena dinilai memiliki nilai sejarah. Kemudian pada tanggal 20 Mei 1974, gedung bersejarah ini diresmikan oleh Presiden Soeharto dan diberi nama Gedung Kebangkitan Nasional.

Gedung Kebangkitan Nasional ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tertanggal 12 Desember 1983. Berdirinya gedung ini tidak terlepas dari perjuangan pergerakan nasional bangsa Indonesia. Di gedung inilah dr. Soetomo bersama pelajar-pelajar STOVIA lainnya mendirikan sebuah organisasi yang bernama Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, dengan Ketuanya adalah dr. Soetomo. Berdiri dan berkembangnya Boedi Oetomo menimbulkan reaksi terhadap berdirinya Sarekat Dagang Islam, Indische Partij, Muhammadiyah dan Perhimpoenan Indonesia. Organisasi Boedi Oetomo berhasil merangkul anggota-anggotanya dari Jawa dan Madura.
Kini, gedung tersebut dijadikan sebuah museum yang dikenal dengan nama Museum Kebangkitan Nasional. Letaknya di Jalan Dr. Abdul Rahman Saleh No. 26, Jakarta Pusat. Berdekatan dengan RSPAD Gatot Soebroto. Museum ini memiliki beberapa koleksi yang berhubungan dengan sejarah kebangkitan nasional. Koleksi-koleksi tersebut dapat dilihat di beberapa ruangan, antara lain di ruang pengenalan, ruang sebelum pergerakan nasional, ruang awl kesadaran nasional dan ruang pergerakan nasional. Selain itu, ada juga ruang-ruang pendukung yang dinilai sangat penting dan merupakan ruang Memorial Boedi Oetomo, yaitu tempat didirikannya Boedi Oetomo oleh par pelajar STOVIA. Ruang-ruang tersebut adalah ruang memorial Boedi Oetomo, Ruang Peragaan Persidangan Pembelaan dr. H.F. Roll, ruang Peragaan Kelas STOVIA, dan ruang Peragaan Kelas Kartini. Museum ini dapat dikunjungi pada hari selasa hingga hari minggu. Untuk hari senin dan hari besar, museum ini tidak buka. Jam buka museum ini adalah pukul 08.30-15.00 WIB (Selasa-Kamis), 08.30-11.30 WIB (Jum’at) dan 08.30-14.00 (Sabtu-Minggu). Sedangkan karcis masuknya adalah Rp 750, 00 untuk Dewasa dan Rp 250,00 untuk anak-anak. Untuk rombongan dewasa dikenakan karcis masuk sebesar Rp 250,00 per orang dan Rp 100,00 per orang untuk rombongan anak-anak. Jika anda ingin menambah pengetahuan anda mengenai sejarah pergerakan nasional bangs Indonesia, maka berkunjunglah ke museum ini. Murah dan mudah, tetapi pengetahuan dan pengalaman yang didapat sangat mahal dan berguna. Selamat berkunjung.

A. Seftian, Pend. Sejarah 2008

0 komentar: