150 Tahun Max Havelaar at Erasmus Huis

Share

Senin, 12 April 2010

Perayaan 150 tahun Max Havelaar (Multatuli) merupakan kegiatan perayaan yang diadakan oleh Erasmus Huis di Jakarta pada Selasa, 13 April 2010. Acara yang bertempat di Kedutaan Besar Belanda di Jalan H R Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan, Jakarta Selatan ini diisi dengan berbagai acara diantaranya, Ceramah 150 tahun buku Max Havelaar (Multatuli) dengan subtema Makna Buku Sekarang dan Dulu oleh Prof. Marita Mathijsen (dalam bahasa Inggris) pada 13 April 2010 pukul 09.00 – 12.00 WIB.
Setelah acara ceramah 150 tahun buku Max Havelaar, akan ada acara kembali pada pukul 13.00 WIB yakni acara Pemutara Film Max Havelaar. Film Max Havelaar ini disutradarai oleh pemenang piala Oscar Tahun 1976 yaitu Fons Rademakers. Dengan Subtitle Bahasa inggris dan beberapa pemeran seperti : Peter Faber, Sacha Bulthuis, Krijn ter Braak, Joop Admiraal, Rutger Hauer, Rima Melati dan E.M.Adenan Soesilaningrat.


Tahun ini adalah tepat 150 tahun buku Max Havelaar of De Koffyveilingen der Nederlandsche Handelmaatschappy’ dari penulis Multatuli (nama samara Eduard Douwes Dekker) untuk pertama kali terbit (1860). Pada tahun 1972 terbit sebuah buku dari Bahasa Indonesia dari penerbit Djambatan dan pada tahun 2008 terbit sebuah edisi lain dari penerbit Narasi. Tokoh utama dalam buku ini menentang penindasan terhadap rakyat Indonesia dan memperjuangkan suatu kehidupan masyarakat yang lebih adil. Ini adalah suatu buku terpenting dari litertur Belanda, dan kisahnya sebagian besar terjadi di Indonesia. Jelas oleh karena itulah Erasmus Huis memberii perhatian besar pada buku ini.
Selasa 13 April 2010, Prof Marita Mathijsen yang mengkhususkan diri dalam literatur Belanda Abad ke 19, akan memberikan Pengantar mengenai buku “Max Havelaar”. Prof Mathijsen juga adalah kolumnis bagi NRC (sebuah Koran besar di Belanda), sebuah Koran besar di Belanda. Ia mengutarakan pendapatnya yang kadang blak – blakan dengan mengemukakan fakta – fakta yang sulit. Selanjutnya Ia akan bergabung bersama Ibu Toeti Herati (Guru Besar Filsafat) dan Kurie Suditomo (mantan penulis/editor Majalah TEMPO dan sekarang aktif di Art Management) dalam satu panel diskusi dengan melibatkan publik yang hadir. Setelah diskusi, sekelompok mahasiswa Universitas Indonesia dari jurusan bahasa Belanda akan membawakan puisi almarhum Rendra dalam bahasa Belanda dan Indonesia dengan judul: “Saidjah en Adinda”.

Sumber: Kedutaan Besar Belanda bagian konsuler (Erasmus Huis)

Mahendra Setiawan (Pend Sejarah 08)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Thanks :)
--
http://www.miriadafilms.ru/ приобрести фильмы
для сайта sejarahunj.blogspot.com