Misteri Kematian John F Kennedy

Share

Jumat, 09 April 2010




Siapa yang tidak kenal John F. Kennedy atau yang biasa disebut dengan inisial JFK. Dia adalah mantan presiden AS yang ke-35. JFK terkenal dengan kata-katanya yang terkenal, yaitu “ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country”. Kata-kata tersebut diucapkan saat pidato pelantikannya. Kennedy merupakan satu-satunya Presiden AS yang pernah bersahabat dekat dengan Presiden RI, Soekarno. Kennedy dikenal sebagai Presiden yang flamboyan, kharismatik dan muda.
Di sini kita akan membicarakan perihal kematiannya yang hingga kini masih menjadi kontroversi. Jumat, 22 November 1963. Presiden ke-35 AS John Fitzgerald Kennedy dan rombongan melakukan iring-iringan di Dallas, Texas. Ada tiga agenda Kennedy dalam kunjungan ke Dallas kala itu. Salah satunya adalah menggalang suara dari Partai Demokrat di kota itu dan pengumpulan dalam kampanye pemilihan presiden pada November 1964. Pada saat melintasi Elm Street atau di depan Dealey Plaza, JFK ditembak oleh seorang pembunuh dengan menggunakan senjata api jenis sniper. Tembakan pertama menembus leher Kennedy hingga mengenai lengan Gubernur Texas, Connoly yang pada saat itu duduk tepat di belakang Kennedy.

Tembakan kedua mengenai tepat kepala Kennedy sehingga darah beserta isi kepalanya berceceran keluar. Kennedy ditembak oleh dua orang, namun Warren Comission (tim khusus yang menyelidiki kematian Kennedy) menyimpulkan bahwa Kennedy ditembak oleh satu orang, yaitu Lee Harvey Oswald. Lee dituduh menembak Kennedy dari lantai enam gedung Texas School Book Depository. Dari 104 saksi mata yang dimintai keterangan oleh polisi , 53.8% diantaranya meyakini arah tembakan berasal dari Texas School Book Depository. Sebanyak 33.7% meyakini tembakan berasal dari perbukitan kecil (grssy knoll). Kemudian 7.7% meyakini tembakan berasal dari tempat diantara grssy knoll dan Texas School, sementara 4.8% lainnya meyakini tempakan berasal dari 2 tempat yang berbeda.
Setelah 1 jam 20 menit, polisi menangkap Lee Harvey Oswald, tetapi dua hari kemudian ia ditembak di bagian perut oleh Jack Ruby ( pemilik sejumlah klub malam dan strip club) pada saat akan dibawa ke mobil penjara.
Berikut adalah beberapa pendapat tentang pembunuhan Kennedy :
Israel Ada di Balik Pembunuhan JFK
Israel berada di balik pembunuhan Presiden AS John F Kennedy pada tahun 1963. Hal itu terjadi karena John F Kennedy menekan David Ben Gurion, Perdana Menteri Israel saat itu, soal nuklir Israel. Demikian diutarakan oleh Moderchai Vanunu kepada mingguan London berbahasa Arab Al-Hayatt, yang hasilnya akan diterbitkan dalam suplemen harian itu bernama Al-Wassat.
Lee Harvey Oswald
Secara terpisah, sebuah sumber di Israel kepada WorldNetDaily mengatakan, setelah pembunuhan JFK, intelijen Israel melakukan sebuah tugas untuk memperlihatkan bagaimana Lee Harvey Oswald (penembak JFK) bisa membunuh JFK dari posisinya di lantai 6 sebuah gedung yang dekat dengan iringan-iringan JFK di Kota Dallas.
Sejumlah dokumen dan transkrip pembicaraan tentang rencana pembunuhan Presiden John Fitzgerald Kennedy (JFK) ditemukan. Ruby Carousel Club, Dallas, Amerika Serikat (AS), pada 4 Oktober 1963, terjadi sebuah pembicaraan penting soal konspirasi pembunuhan. Jack Ruby selaku pemilik Ruby Carousel Club dan Lee Harvey Oswald berdebat rencana besar untuk “membersihkan” John F Kennedy.
Keduanya berdebat keras dengan kata-kata tajam dan penuh ketegangan.
Lee: Banyak cara untuk membersihkan dia (Jaksa Agung Robert Kennedy) tanpa harus membunuhnya?
Ruby: Bagaimana caranya?
Lee: Saya bisa menembak saudaranya.
Ruby: Maksudmu Tuan Presiden.
Lee: Betul,Tuan Presiden.
Ruby: Namun, tindakan itu tidak patriotik.

Pada pembicaraan yang tegang tersebut Lee menyatakan akan membunuh semua keluarga Kennedy serta membutuhkan senapan dan gedung yang tinggi. Kemudian, dalam pembicaraan itu, Ruby berkata, “Kamu terlalu banyak mengajukan pertanyaan. Ingat, mereka tahu apa yang kamu rencanakan, tapi kamu tidak tahu mereka. Mereka selalu mengawasimu…”.
Achmad Seftian (Pend Sejarah o8)

0 komentar: