Atlantis, apakah di Indonesia ?

Share

Minggu, 18 April 2010

Pernahkah terbetik dalam pikiran anda bahwa negeri yang kita diami saat ini sangat mungkin dulunya sebuah kekaisaran dunia yang menjadi sumber segala peradaban besar di dunia? . Surga yang disebut-sebut oleh berbagai tradisi suci dunia? Adalah sangat mungkin hal itu terjadi setelah penelitian panjang dengan berbagai bukti. Prof. Arysio Nunes dos Santos memastikan bahwa situs Atlantis adalah Indonesia.

Atlantis adalah pulau legendaris yang pertama kali disebut oleh Plato dalam buku Timaeus dan Critias. Dalam catatannya, Plato menulis bahwa Atlantis terhampar "di seberang pilar-pilar Herkules", dan memiliki angkatan laut yang menaklukan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudra "hanya dalam waktu satu hari satu malam".Atlantis umumnya dianggap sebagai mitos yang dibuat oleh Plato untuk mengilustrasikan teori politik.
Atlantis merupakan kota hilang yang paling terkenal dan paling diburu sepanjang sejarah. Cerita Plato mengenai Atlantis sebagai sebuah kota yang hilang ke dasar laut, hingga kini rupanya tetap menjadi cerita yang menarik untuk diselidiki. Seiring dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mulai berlomba-lomba menguak misteri hilangnya Atlantis yang diperkirakan tenggelam ke dasar laut akibat letusan gunung dan gempa bumi di Samudera Atlantik. Mulai dari penerapan teknologi sonar hingga satelit pun dilibatkan dalam pencarian sisa kota Atlantis.
Secara tegas dinyatakan dalam buku ini bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia. Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari para Dewa. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa, dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu. Pencarian dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, Caribea, sampai ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah negeri dongeng semata.
Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah. Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia, Dia mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama 29 tahun terakhir ini. Ilmu yang digunakan Santos dalam menelusuri lokasi Atlantis ini adalah ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, Arkeologi, Linguistik, Etnologi, dan membandingkan Mitologi bangsa-bangsa.
Terlepas dari pembuktian fakta keberadaan Atlantis sebenarnya. Buku ini secara tidak langsung mempromosikan Indonesia ke dunia luar. Semoga dengan kehadiran buku ini tidak hanya Bali yang dikenal oleh masyarakat dunia tapi juga Indonesia secara keseluruhan.
Dengan adanya fakta yang menyebutkan Indonesia adalah Atlantis yang sebenarnya kita haruslah berbahagia dan bangga terhadap apa yang kita miliki bahwa Indonesia tempat lahir peradaban-peraban besar di muka bumi ini. Jadi kita tidak perlu kecil hati dan pesimis bahwa kita sebenarnya adalah negara yang hebat dahulu kala dan kita punya kewajiban untuk mewujudkan itu kembali menjadi masyarakat yang maju di segala hal tidak hanya pembangunan fisik tetapi juga pembangunan mental dan karakter. Sehingga kita tidak menjadi seseorang yang “split personality” tidak punya arah hidup dan akhirnya hidup mengambang tidak menapak di dunia yang utopis.
Seakan membenarkan ramalan Joyoboyo pada abad ke-11 yang menyatakan bahwa Sabdo Palon Noyo Genggong akan kembali turun ke dunia sebagai pertanda kembali jayanya negeri khatulistiwa. Ataukah sebenarnya “the location of Atlantis was in Plato’s mind” andalah yang menimbang apakah buku ini layak untuk dipercayai atau tidak.

DATA BUKU

Judul : "Atlantis, The Lost Continent Finally Found"
Penulis : Prof. Arysio Nunes dos Santos
Penerbit : Ufuk Press, Jakarta
Tebal : iv + 676

Tahun Terbit : Januari 2010

M. Iqbal Adriansyah (Pend Sejarah 08)